jangan terlalu berharap….

Mereka bilang, jangan terlalu berharap. Harapan memang harus selalu ada dan harus selalu dijaga. Biarkanlah semuanya berjalan dulu dan biarkanlah harapan itu tumbuh. Tetapi sekali lagi … jangan terlalu berharap. Harapan yang menjadi kenyataan memang sangat menyenangkan, sungguh sangat menyenangkan. Tetapi sebaliknya, harapan yang tidak menjadi kenyataan hanya akan membuat kecewa, kecewa dan kecewa. Ya, mungkin karena itu tadi, terlalu berharap !!! Sakit juga sih hati. Gimana tidak, angan sudah melayang jauh kemana-mana, membayangkan yang indah-indah, tetapi ujung-ujungnya malah kepala doang yang benjol gara-gara banyak ngelamun. Aduh sakitnya …
Sebenernya sih, kalo dipikir-pikir *semateng-matengnya*, aku tidak semestinya kecewa. Toh, pada mulanya aku tidak mengharapkannya sama sekali. Tetapi seperti bang Napi sering bilang, walaupun ngga ada niat tapi kalo ada kesempatan … hajar aja bung !! Begitulah sekarang aku. Nerapin prinsip para kriminil akhirnya dipenjara oleh angan-angan kosong. Bodohnya aku, sangat mudah untuk terlalu berharap, seolah-olah apa yang aku angankan di kepala sudah pasti akan menjadi kenyataan di hari esok. Bodoh super bodoh. Ini adalah pelajaran. Ini adalah pil pahit. Semoga saja pil pahit ini bisa kutelan dan menjadi obat yang mujarab buat rasa kecewa ini.

Harapan harus selalu ada … ditempat dimana dia seharusnya berada…

happy life

Ketika menonton film, entah itu drama ataupun film laga, hati serasa tidak puas atau kecewa, ketika bintang utamanya atau sang jagoan bernasib naas alias tidak bahagia atau lebih parahnya lagi mati di akhir cerita. Mayoritas raut muka para penonton akan berkerut, tidak percaya dan ingin menggugat. Tetapi apa daya, karena walau bagaimanapun penonton tetaplah penonton yang tidak punya wewenang sedikitpun dalam menentukan cerita. Itu adalah respon terhadap film.
Di kehidupan nyata sebenarnya tidak jauh berbeda. Setiap orang menginginkan akhir yang baik, indah, bahagia dan segala macam kata yang bisa mewakili arti ‘bahagia’. Tidak mengapa jika awalnya penuh kesusahan, penderitaan dan segala macam ketidakbahagiaan asalkan ujungnya atau akhir cerita ditutup dengan kebahagiaan. Syukur-syukur jika awalnya bahagia dan akhirnya juga bahagia. Yah, bahagia sepanjang waktu. Tapi itu tidak mungkin, selalu ada saja kesedihan yang menyelinap. Bahkan kesusahanpun selalu datang tanpa diundang dan pergi setelah diusir. Memang seperti itu. Tidak ada yang bisa merasakan kebahagiaan tanpa tahu arti ketidakbahagiaan. Justru banyak orang yang bisa lebih merasakan arti sesungguhnya dari kebahagiaan setelah melewati masa-masa yang tidak membahagiakan.
Setiap orang ingin bahagia dan setiap orang mengartikan sendiri kebahagiaan itu. Satu peristiwa yang sama akan memiliki arti yang berbeda. Ketika aku mendapatkan hadiah kamera digital (misalkan), aku mungkin akan bahagia setengah gila, karena aku tidak punya kamera digital. Tetapi bagi orang yang memiliki 10 kamera digital di lemarinya, mungkin akan biasa-biasa saja atau bahkan kecewa dengan sangat, karena yang diharapkannya adalah sebuah mobil ferari yang belum ada di garasinya !!
Sebenarnya apa sih resep kebahagiaan ? Ah, setiap orang aku rasa punya resep yang khas di dapur hatinya. Cuma sayang, karena jarang memasak jadi lupa akan resep tersebut. Karena sibuk berbelanja di luar sehingga lupa dengan apa yang telah di miliki di dalam. Karena dan karena … banyak sekali alasannya.
Dimana sih letak kebahagiaan itu ? Kalau menurutku sendiri, kebahagiaan itu terletak pada kebahagiaan orang lain. Aku bahagia ketika orang yang aku sayangi dan aku cintai berbahagia. Apa maksudnya aku berbahagia jika orang yang kusayangi dan kucintai tidak bahagia. Tidak ada maknanya, tidak ada rasanya, hambar, sayur tanpa garam kalau kata pepatah. Tentu ada yang salah jika seperti itu.
Seorang anak belajar dengan sungguh-sungguh setiap hari agar bisa menjadi juara di kelasnya. Diapun meraihnya. Orantuanya di undang ke sekolah. Orangtuanya tersenyum, jelas senyum bahagia berbalut bangga melihat anaknya naik podium. Senyum orangtua berarti kebahagiaan buat dirinya. Kebahagiaan orangtua adalah kebahagiaannya… Aku yakin, Itu akan berkesan sepanjang sisa umurnya.
Seorang pemuda miskin bekerja keras setiap hari untuk mencari bekal. Impiannya satu. Dia ingin pergi ke Mekkah (naik haji) bersama kedua orangtuanya. Bekalnya terkumpul. Diapun menyampaikan impian itu kepada orangtuanya. Air mata menetes di wajah mereka. Air mata bahagia….. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaannya.
Oh indahnya hidup ini….

Dan diantara mereka ada orang yang berdoa : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah : 201)

rame-rame jadi caleg

Mantaps…… foto caleg (calon legislatif) dimana-mana. Di tiang listrik, tiang telepon, di pohon pisang, pohon kelapa …pokoknya dimana-mana. Sepanjang jalan … mulai dari yang namanya jalan desa maupun jalan perkotaan, penuh dengan foto-foto ‘menawan’ para caleg. Janji-janji pun bertebaran ….*ah, menurutku mereka tak usah berjanji*. Biaya sekolah gratislah, harga-harga kebutuhan pokok turunlah, biaya kesehatan bakalan murahlah … dan lain-lain…dan lain-lain. Mungkin perlu ada parpol yang berkampanye dengan lebih banyak diam, ngga usah berjanji dan cukup katakan : “Pilihlah partai kami !”
Janji pemilu yang lalu saja kalian sudah lupa, sekarang kalian malah buat janji baru -yang kemungkinan besar tak akan ditepati-, apakah tidak malu ?

Kenapa pada ingin jadi anggota legislatif ya ? Coba tanyakan kepada mereka yang mencalonkan diri, aku rasa tidak semuanya tahu dengan tugas anggota legislatif itu apa ?! sebenarnya apa sih motivasinya ? yah, pemilu emang seperti kontes-kontes mencari idola di televisi… menjadi anggota dewan adalah menjadi selebritis…baik di kabupaten/kota, provinsi atau pun pusat… Selamat Memilih !!!

Asli vs Murni

Jika kamu sering main ke terminal Kalideres, kamu akan menemukan dua buah bus ini. Yang satu bernama Asli dan satu lagi bernama Murni dengan jurusan Labuan - Jakarta. Bus Asli berwarna Hijau sedangkan bus Murni berwarna Merah. Ada apa dengan dua bus ini ? Ah, andaikan kamu tahu bagaimana rasanya naik bus ini….
Begini rutenya : Labuan - Pandeglang - Serang - Kalideres. Aku tidak pernah naik dari ujung ke ujung atau dari Labuan sampai Kalideres ataupun sebaliknya. Seingatku baru dua kali aku naik dari Labuan - Serang (PP/pulang-pergi). Sedangkan kalo dari Labuan-Pandeglang sudah berkali-kali…*pusing juga aku kalo mesti ngitung*. Harap diketahui, sepanjang jalan Labuan - Serang, dua bus ini adalah penguasanya. Jalanan seperti milik mereka berdua. Bagaimana tidak ? Jika dua bus ini sudah berdekatan atau berselisih lima menit maka bersiap-siaplah untuk sering menahan nafas … Balapan segera dan akan dimulai !!! Yah, mungkin para sopir ‘yang baik’ itu merasa diri mereka adalah Lewis Hamilton atau Fernando Alonso… apapun itu, aku rasa satu pedoman mereka : Enjoy aja lagi !!! Lalu bagaimana dengan pengguna jalan yang lainnya ? Harap minggir, jika tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan …
Apakah belum pernah terjadi kecelakaan ? Oh, sudah berkali-kali, tapi memang begitulah mungkin watak para sopir ‘pemberani’ itu. Setelah terjadi suatu kecelakaan, adegan balapan biasanya mengendur sementara. Ketika peristiwa kecelakaan itu mulai terlupakan atau dilupakan, maka perjalanan cerita Asli dan Murni akan kembali seperti ‘biasa’. Dengan alasan ngejar setoran atau apalah namanya, balapan seperti itu adalah menu pokok perjalanan. Jadi jangan mengharapkan keyamanan, karena kenyamanan adalah hal yang amat teramat mahal. Tapi percayalah, jika kamu memang penggemar olahraga ekstrem dimana jantung harus berdetak lebih kencang maka bus ini cocok … sangat cocok buat kamu.

Pagi ini aku melihat berita di televisi bahwa bus Asli di bakar massa. Tahu penyebabnya ? Ya, kamu betul, bus itu menabrak orang dan mengakibatkan salah satu orang diantaranya tewas.
Ah, Asli dan Murni kapan kalian akan berubah ….

Teori Evolusi … nasibmu kini…

Mengenang 200 tahun Charles Darwin, begitulah judul yang tertera di halaman depan kolom Iptek, surat kabar Kompas hari ini, 11 Februari 2009. Aku tertarik sekali untuk menyimak kata-kata yang di pilih oleh sang penulis untuk menggambarkan kekagumannya terhadap tokoh yang satu ini.
Darwin
“Darwin mendapatkan pencerahan besar setelah mengunjungi kepulauan Galapagos, sekitar 800 kilometer sebelah barat Amerika Selatan.”

Pencerahan besar ?? ah, untuk penganut teori evolusi mungkin istilah itu tepat, karena dari sinilah teori evolusi bermula. Masih ingatkan, ketika sekolah, betapa gencarnya teori evolusi di ajarkan. Teori ini di ajarkan seolah-olah sebagai suatu kebenaran mutlak. Mungkin dulu menganggap bahwa itu hanyalah sebuah pelajaran biologi dan tidak lebih dari itu.
Dan ternyata …. selalu ada udang di balik batu. Inti teori evolusi itu sebenarnya satu : Tidak ada campur tangan Tuhan dalam penciptaan mahluk hidup !! Ya, iyalah, teori evolusi kan menyatakan bahwa seluruh mahluk hidup berawal dari mahluk bersel satu yang kemudian berkembang, ada yang jadi burung, ikan, kera dan juga manusia, seperti aku dan kamu *hohohoho….*. Jika memang begitu, lalu dimana posisi Tuhan. Tidak ada !! Jika kamu percaya dengan teori evolusi ini, maka kamu harus percaya bahwa segala sesuatu yang ada saat ini, entah itu mahluk hidup apapun, tercipta dengan sendirinya melalui proses jangka panjang yang namanya, yaitu tadi …EVOLUSI. Oiya, kamu pun harus ‘rela’ bernenek moyang kera … kamu mau ??? sudahlah, mending simak kata-kata berikutnya dari sang penulis.
evolusi
“Kini, penyelidik modern yang dilengkapi dengan kamera canggih, computer, dan alat pemeriksa DNA menghasilkan temuan yang tetap mendukung karya Darwin.”

Nah, ini dia ….. yang aku tahu justru keadaan sebaliknya. Seiring dengan kemajuan teknologi, teori evolusi malahan semakin babak belur. Bahkan untuk mempertahankan teori ini, ada seorang professor Jerman yang tega memanipulasi data dan membohongi publik (klik disini jika ingin baca lebih lengkap). Belum lagi sekarang muncul penentang teori evolusi paling gencar yaitu Harun Yahya. Uraiannya yang logis disertai dengan bukti- bukti ilmiah semakin membenamkan teori evolusi. Dari mana ya, sang penulis bisa menyimpulkan bahwa penemuan-penemuan terbaru tetap mendukung teori evolusi ?

Sekarang mari jalan-jalan ke paragraf terakhir Mengenang 200 tahun Charles Darwin dari sang penulis. Aku tampilkan satu paragraf penuh ya..

“Teori Darwin dewasa ini menjadi satu pilar dasar sains modern, berjajar disamping relativitas dan mekanika kuantum. Seperti halnya Copernicus yang menggeser Bumi dari pusat semesta, semesta Darwin menggeser manusia sebagai episenter jagat alam. Seleksi alam bertanggung jawab atas lahirnya apa yang disebut Ayala “desain tanpa desainer”, istilah yang mematahkan upaya keras yang kini masih dilakukan oleh sejumlah teolog untuk menjatuhkan teori evolusi.”

Tuh kan, inti tulisan itu sebenarnya ada di paragraf ini. Penulis terlihat sekali ingin menunjukkan ‘kemenangan’ teori evolusi atas para penentangnya. ‘Desain tanpa desainer’…. keren juga sih ungkapannya. Padahal kenyataan sekarang adalah keadaan sebaliknya dimana para evolusionis kalang-kabut mempertahankan teorinya. Dan itu adalah fakta. Dengan berbagai macam dalih, teori evolusi terus dipaksakan. Sayang sekali, sang penulis Mengenang 200 tahun Charles Darwin, tidak menyinggung sama sekali nama Harun Yahya yang di Eropa saja, sempat menggemparkan dengan buku Atlas Penciptaan tulisannya. Bukan hanya itu, peristiwa-peristiwa kontemporer dimana para ilmuwan evolusionis melakukan kebohongan dan penipuan juga tidak muncul di tulisan ini. *ya iyalah…*

Terus, bagaimanakah kelanjutan teori evolusi ? Aku rasa akan semakin seru dan menarik, karena walau bagaimanapun, teori evolusi ini sejalan dengan paham yang sudah cukup lama beredar di muka bumi, yaitu Materialisme….

Next Page »