unjuk rasa di tahun 2xxx

Orang-orang sudah berkumpul di sebuah lapangan yang konon katanya tempat dulu Monas berada. Menjelang siang, yang berkumpul di situ semakin banyak, berjumlah ribuan sehingga tidak tertampung lagi. Sang orator menginstuksikan kepada orang2 bahwa unjuk rasa segera di mulai. Berduyun-duyun mereka berjalan. Tidak, mereka tidak menuju istana negara karena istana negara sudah tak ada. Mereka menuju kuburan terbesar di kota yang sedang menanti detik2 kehancurannya itu. Sambil membawa berbagai macam spanduk, poster bahkan baliho, mereka terlihat sangat bersemangat. Orator naik di atas salah satu makam yang paling tinggi dan mulai berbicara : “Saudara2, sekarang kita sudah berkumpul disini, di atas makam leluhur kita. Leluhur yang serakah. Leluhur yang tidak peduli dengan kehidupan cucunya. Merekalah penyebab kesengsaran kita saat ini. Mereka mengaku pintar padahal bodoh. Mereka habiskan kekayaan ibu pertiwi hanya untuk perut mereka. Mereka jahat, pantaskah kita menghormati mereka ?? Yah, mereka memang telah mati, sekarang yang ada hanya tulang-tulang mereka. Tetapi mereka mendengar dan biarkanlah mereka mendengar. Kami tahu, negeri ini dulu kaya. Negeri ini adalah surga yang ada dunia. Sekarang negeri ini hanya menjadi tempat sampah dunia. Apa yang di maksud zamrud khatulistiwa ? Betul, permata itu dulu pernah ada disini. Sekarang khatulistiwa tinggallah garis khayal yang melintasi negeri ini … tidak lebih !!! Apa yang harus kita lakukan terhadap mereka saudara2 ???” Suhu semakin panas. Para pengunjuk semakin bersemangat sambil berteriak “Bongkar … bongkar … bongkar ….!!!”. Suasana mulai tak terkendali. Tidak ada lagi hati di situ. Yang ada hanyalah bisikan-bisikan pembawa amarah. Puluhan atau mungkin ratusan bahan peledak di letakkan di atas makam-makam yang tak beberapa lama kemudian hancur berkeping-keping. Aneh …. tak ada kerangka manusia di dalamnya. Pergi kemana kerangka nenek moyang itu ?? Raut muka sang orator semakin merah. Rasa marah semakin lezat di nikmatinya. Senyum sinis khas penjahat tersungging di bibirnya. “Beginilah saudara2 kelakuan nenek moyang kita … Mereka Pengecut !!!”. Amarahnya benar-benar menguasai dirinya. “Dasar pengecut …. bahkan tulang mereka pun tak berani menghadapi kita !!!”. Suasana hening seketika dan jarum jam seolah berhenti bergerak. Tak ada suara ………

bunga(ku)

di tamanku ada berbagai macam bunga,
semuanya indah dan sejuk dimata,
diantara itu semua, satu yang paling aku sukai,
aku beri perhatian yang lebih untuk bunga yang satu itu,

tiap hari aku perhatikan,
tiap hari kuimpikan,
untuk memetik bunga itu,
suatu saat nanti,

namun aku terlambat,
lagi-lagi terlambat,
terlalu lambat,

bunga itu sudah ada yang memetik,
aku sedih,
tapi sedihku tidak akan bisa membawa bunga itu kembali,
aku ingin menyesal,
tapi sesal juga tidak merubah apa-apa,

bunga itu ternyata bukanlah untukku …..

selamat tinggal bunga(ku) …
*bersiul sambil memetik bunga yang lain*

rebutan bola

MU

no 1 : “Waduh, gawat cuy, bolanya lewat … bisa dimarahin bos neh ……”
no 2 : “Mana sih bolanya, kok gak keliatan yah …..”
no 3 (Rooney) : “Dasar bego … bola segitu gede gak keliatan !!!”
dari belakang, no 4 alias CR 7 berlari sangat kencang……..
no 4 (CR 7) : “Awas Rooney, biar gw aja yang ngambil bolanya … gw pengen jadi pemain terbaik !!!”

hahahahahah……..kocak juga liat foto-foto aksi pemain bola ….

Rebutan Bola 3

no 1 : “Gini nih rasanya klo naik kereta ekonomi, lo blom pernah ngerasain kan ?!”
no 2 : “Sok tau lo, sebelum sukses … gw langganan naik kereta ekonomi tau !!!!!”
no 3 : “Ampuuuuuuuuun deh …..kagak mau gw naik kereta ekonomi !!”

*kacau … kok malah ngobrol masalah kereta ekonomi ya ??*

Selamat ya bwat para fans MU dan Juve !!

sumber foto : http://www.detiksport.com dan http://bola.okezone.com

Next Page »