Tak sengaja hari minggu kemarin saya bertemu dengan teman yang satu ini di kampus *tepatnya sih di mesjid kampus*. Saya melihat teman saya ini cukup unik. Wajahnya seperti orang yang tidak pernah susah dan saya senang dengan senyumnya. Sudah cukup lama saya tak bertemu dengannya, maklum, mata kuliah yang diambil umumnya sudah selesai sehingga para mahasiswa ke kampus biasanya hanya untuk asistensi tugas akhir saja. Saya pun kemudian menanyakan perkembangan studinya. Saya tertawa spontan ketika dia mengatakan kalau dirinya mesti mengulang empat mata kuliah lagi. Saya tertawa bukan ingin mengejeknya, saya tertawa karena dirinya tertawa duluan. Yah, setidaknya tertawa masih lebih baik daripada menangis. Dalam hati saya merenung sejenak, orang ini secara de facto lebih ‘apes’ daripada saya tapi masih bisa menyikapinya dengan ‘ceria’. Apa ada yang salah dengan dirinya ? Saya rasa tidak….Saya mengagumi semangatnya, ada matakuliah yang diulangnya tiga kali dan dia masih mau menjalaninya. Jika di tubuhnya ada batere maka dia menggunakan batere alkaline yang tahan lama… Salut !!
Menghadapi kegagalan bukan perkara mudah. Di kuliah ekstensi ini, ada beberapa mata kuliah yang saya ulang, mengulang sekali saja rasanya sudah ngga enak, apalagi sampai tiga kali seperti teman saya itu. Terkadang saya merasa tidak beruntung dan merasa diri ini adalah orang yang paling menderita. Perasaan seperti ini tidak baik untuk dipelihara. Harus segera saya delete permanently. Perasaan seperti inilah yang selalu menghalangi seseorang untuk bersyukur. Yah, mungkin kita semua kurang menyadari kalau setiap orang selama hidupnya pasti menghadapi masalah. Besar kecilnya masalah tersebut ternyata lebih banyak dibentuk oleh persepsinya sendiri.
Waktu bertemu itu teman saya ini akan menghadapi ujian, saya pun mengucapkan semoga sukses untuk dirinya dan satu kalimat tambahan yang sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk dirinya saja tetapi juga untuk diri saya, kalimat itu adalah : Jangan Menyerah !!!