wauw… udah lama banget ngga nge dagdigdug euy… hehehe… kangen juga…baca2 postingan yang udah lama, udah kadaluarsa, udah basi… tapi masih sedikit seger di ingatan… nostagila…
“Selamat datang di dagdigdug (lagi)”
hanya duniaku yang lain
wauw… udah lama banget ngga nge dagdigdug euy… hehehe… kangen juga…baca2 postingan yang udah lama, udah kadaluarsa, udah basi… tapi masih sedikit seger di ingatan… nostagila…
“Selamat datang di dagdigdug (lagi)”
Mereka bilang, jangan terlalu berharap. Harapan memang harus selalu ada dan harus selalu dijaga. Biarkanlah semuanya berjalan dulu dan biarkanlah harapan itu tumbuh. Tetapi sekali lagi … jangan terlalu berharap. Harapan yang menjadi kenyataan memang sangat menyenangkan, sungguh sangat menyenangkan. Tetapi sebaliknya, harapan yang tidak menjadi kenyataan hanya akan membuat kecewa, kecewa dan kecewa. Ya, mungkin karena itu tadi, terlalu berharap !!! Sakit juga sih hati. Gimana tidak, angan sudah melayang jauh kemana-mana, membayangkan yang indah-indah, tetapi ujung-ujungnya malah kepala doang yang benjol gara-gara banyak ngelamun. Aduh sakitnya …
Sebenernya sih, kalo dipikir-pikir *semateng-matengnya*, aku tidak semestinya kecewa. Toh, pada mulanya aku tidak mengharapkannya sama sekali. Tetapi seperti bang Napi sering bilang, walaupun ngga ada niat tapi kalo ada kesempatan … hajar aja bung !! Begitulah sekarang aku. Nerapin prinsip para kriminil akhirnya dipenjara oleh angan-angan kosong. Bodohnya aku, sangat mudah untuk terlalu berharap, seolah-olah apa yang aku angankan di kepala sudah pasti akan menjadi kenyataan di hari esok. Bodoh super bodoh. Ini adalah pelajaran. Ini adalah pil pahit. Semoga saja pil pahit ini bisa kutelan dan menjadi obat yang mujarab buat rasa kecewa ini.
Harapan harus selalu ada … ditempat dimana dia seharusnya berada…
Jika kamu sering main ke terminal Kalideres, kamu akan menemukan dua buah bus ini. Yang satu bernama Asli dan satu lagi bernama Murni dengan jurusan Labuan - Jakarta. Bus Asli berwarna Hijau sedangkan bus Murni berwarna Merah. Ada apa dengan dua bus ini ? Ah, andaikan kamu tahu bagaimana rasanya naik bus ini….
Begini rutenya : Labuan - Pandeglang - Serang - Kalideres. Aku tidak pernah naik dari ujung ke ujung atau dari Labuan sampai Kalideres ataupun sebaliknya. Seingatku baru dua kali aku naik dari Labuan - Serang (PP/pulang-pergi). Sedangkan kalo dari Labuan-Pandeglang sudah berkali-kali…*pusing juga aku kalo mesti ngitung*. Harap diketahui, sepanjang jalan Labuan - Serang, dua bus ini adalah penguasanya. Jalanan seperti milik mereka berdua. Bagaimana tidak ? Jika dua bus ini sudah berdekatan atau berselisih lima menit maka bersiap-siaplah untuk sering menahan nafas … Balapan segera dan akan dimulai !!! Yah, mungkin para sopir ‘yang baik’ itu merasa diri mereka adalah Lewis Hamilton atau Fernando Alonso… apapun itu, aku rasa satu pedoman mereka : Enjoy aja lagi !!! Lalu bagaimana dengan pengguna jalan yang lainnya ? Harap minggir, jika tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan …
Apakah belum pernah terjadi kecelakaan ? Oh, sudah berkali-kali, tapi memang begitulah mungkin watak para sopir ‘pemberani’ itu. Setelah terjadi suatu kecelakaan, adegan balapan biasanya mengendur sementara. Ketika peristiwa kecelakaan itu mulai terlupakan atau dilupakan, maka perjalanan cerita Asli dan Murni akan kembali seperti ‘biasa’. Dengan alasan ngejar setoran atau apalah namanya, balapan seperti itu adalah menu pokok perjalanan. Jadi jangan mengharapkan keyamanan, karena kenyamanan adalah hal yang amat teramat mahal. Tapi percayalah, jika kamu memang penggemar olahraga ekstrem dimana jantung harus berdetak lebih kencang maka bus ini cocok … sangat cocok buat kamu.
Pagi ini aku melihat berita di televisi bahwa bus Asli di bakar massa. Tahu penyebabnya ? Ya, kamu betul, bus itu menabrak orang dan mengakibatkan salah satu orang diantaranya tewas.
Ah, Asli dan Murni kapan kalian akan berubah ….
di tamanku ada berbagai macam bunga,
semuanya indah dan sejuk dimata,
diantara itu semua, satu yang paling aku sukai,
aku beri perhatian yang lebih untuk bunga yang satu itu,
tiap hari aku perhatikan,
tiap hari kuimpikan,
untuk memetik bunga itu,
suatu saat nanti,
namun aku terlambat,
lagi-lagi terlambat,
terlalu lambat,
bunga itu sudah ada yang memetik,
aku sedih,
tapi sedihku tidak akan bisa membawa bunga itu kembali,
aku ingin menyesal,
tapi sesal juga tidak merubah apa-apa,
bunga itu ternyata bukanlah untukku …..
selamat tinggal bunga(ku) …
*bersiul sambil memetik bunga yang lain*
Beberapa alasan aku males/ngga nge-blog :
1. Koneksi internet yang sering bermasalah,
Jika ini terjadi, masalah2 lain akan bermunculan. Seperti efek domino … mulai dari produktivitas kerja yang menurun (akibat banyak melamun), ketinggalan info (info bola tentunya), ga bisa baca e-mail kiriman temen2 yang menarik dan lucu2 (membuatku tersenyum…), dan tentu saja ga bisa nge-blog … ujung2 nya seperti ketemu jalan buntu !!!
2. Lagi banyak yang dipikirin
Aneh juga sih. Pas banyak yang dipikirin mestinya kan banyak juga bahan buat nge-blog. Tapi apa mau di kata, aku justru tidak berhasrat untuk menulis. Mungkin karena yang dipikirin itu kebanyakan hanyalah sampah2 di kepalaku yang semestinya ga perlu di pikirin …
3. Kerjaan di kejar2.
Yah, seperti maling yang tertangkap basah kemudian mencoba melarikan diri … jangankan buat nge-blog, buka internet aja buat baca2 berita doang …
4. Faktor x
Kadang2 hasrat bwat nge-blog itu hilang begitu saja … ga bisa di jelaskan dengan berbagai alasan.
PS :
1. Makasih ya bwat semua yang sudah menemaniku di dunia blog ini. Aku senang dengan kehadiran Bapak/Ibu, Kakak/Adik, Saudara/Saudari …… Sekali lagi … Tengkyuverimac…
2. Aku juga mohon maaf jika ada kata2 yang tidak berkenan. Yudicenna hanyalah manusia biasa tempatnya sampah salah dan lupa. Tidak ada sedikitpun maksud dan niatan untuk membuat kecewa, terluka ataupun celaka para pembaca … sekali lagi maaf ya … maafin aku yang dhoif ini…
Komentar Terakhir